Kamis, 23 November 2017

Wisata Pantai Paling Menawan yang Harus Kamu Kunjungi Jika Pergi Ke Lamongan



Pantai Kutang Lamongan

Pantai Kutang Lamongan - Lamongan selain terkenal dengan kulinernya juga terkenal dengan destinasi wisatanya, terutama wisata pantai. Kalau di Bali ada pantai Kuta, maka di Lamongan ada pantai kutang yang keidahannya juga sudah tidak diragukan lagi. 

Pantai Kutang ini terletak di desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Pantai ini bisa dibilang masih perawan. Mengapa begitu? Karena pantai ini sangatlah alami dan menawan yang keberadaannya jelas belum pernah disentuh dan dipoles, baik oleh pemerintahan desa setempat maupun pemerintah Kabupaten Lamongan.  

Nama dari pantai ini pun sangatah unik, Pantai Kutang. Kutang merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti Bra. Munculnya nama atau julukan itu, lantaran menurut warga setempat, dahulu banyak ditemukan kutang berserakan di pantai tersebut. 
Pantai Kutang Lamongan
Di pantai Kutang terdapat berbagai tumbuhan bakau, mangrove, dan pepohonan besar. Ada juga pasir putih dan bedahan pasir memanjang yang membentuk kali kecil sebagai aliran air dataran tinggi yang mengalir ke laut. Nah, di hamparan pasir ini biasanya digunakan pengunjung main ayunan yang hanya mengandalkan tambak yang diikat di atas pohon besar. 

Nah selain wisata pantai, Lamongan juga terkenal memiliki berbagai wisata religi, seperti Makam Sunan Drajat, Makam ayah Sunan Giri di kemantren, Sendang Duwur, dan masih banyak lagi. Namun, baru-baru ini ada wisata religi yang sedang hits dan banyak diperbincangkan oleh masyarakat, yaitu Indonesian Islamic Art Museum yang lokasinya tidak jauh dari pantai Kutang
 
Indonesian Islamic Art Museum
Indonesian Islamic Art merupakan museum Islam di Lamongan yang terletak di kompleks Wisata Bahari Lamongan, Jl. Raya Paciran (Ex. Tanjung Kodok) Lamongan, Jawa Timur. Lalu, apa yang menarik dari museum ini? 

Tidak seperti museum pada umumnya, Indonesian Islamic Art Museum ini memiliki zona theater atau audio visual room yang menyajikan film animasi sejarah peradaban Islam. Museum ini juga sudah berbasis Teknologi Informasi, sehingga pengunjung bisa melihat gambar-gambar tiga dimensi menjadi 3 dimensi. Menariknya lagi kita juga bisa melakukan intertaksi dengan gambar 3 dimensi tersebut, dan bisa kita abadikan melalui foto maupun video. 

Indonesian Islamic Art Museum juga memiliki zona diorama yang memiliki banyak photo spot keren. Di zona ini ada banyak replika peradaban Islam yang juga memiliki background dan backsound suara yang disesuikan dengan jenis replikanya. Contohnya adalah replika masjid Chenho dengan background kampun pecinan dan backsound orang China yang sedang belajar mengaji ataupun adzan. Lalu bagaimana dengan koleksi yang ada di Indonesian Islamic Art Museum? 
 
Zona Diorama Indonesian Islamic Art Museum
Indonesian Islamic Art Museum memiliki koleksi benda-benda bersejarah terlengkap, dimulai dari peninggalan kerajaan Islam Nusantara, seperti Samudra Pasai, Aceh, Gowa Talu, Mataram Islam dan banyak lagi. Ada juga berbagai artifak Islam dari Ottoman Turki, Mughal India, dan berbagai dinasti China, seperti Tang, Song, Champa, Yuan dan Ming. 

Sementara itu, harga tiket masuk Indonesian Islamic Art Museum adalah Rp. 10.000 ketika weekday dan 15.000 ketika weekend. Jam buka museum adalah mulai pukul 08:00 sampai pukul 17:00 WIB.

Berada Di Tengah-Tengah Sawah, Kemegahan Masjid Namira Dijamin Bikin Kamu Terpukau



Masjid Namira Lamongan

Masjid Namira Lamongan - Lamongan punya masjid Indah yang sedang ramai diperbincangan di berbagai media sosial. Masjid tersebut bernama masjid Namira yang terletak di Jalan Raya Mantup Lamongan Km. 5 atau tepatnya di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan. 

Meski lokasinya berada di tempat yang terpencil, berada di tengah-tengah sawah, tetapi masjid ini memiliki design yang modern. Jika diliat dari luar masjid ini tampak seperti penginapan, tetapi begitu masuk kedalam anda akan dibawa ke suasana Timur Tengah, Makkah dan Madina. 

Begitu masuk masjid, kaki akan dimanjakan dengan empuknya karpet yang membentang dan bau semerbak wewangian khas Timur Tengah. Aroma parfum yang semerbak ini membuat seakan-akan kita sedang berada di Masjidil Haram. 
 
Masjid Namira Lamongan

Lalu pada bagian depan mihrab imam terdapat Kiswah berukuran besar yang dilapisi dengan kaca. Kiswah tersebut langsung didatangkan dari Makkah. Terdapat juga berbagai kiswah berukuran kecil lainnya terbingkai rapid an dipajang di dinding masjid. Masing-masing tiga sebelah kanan dan tiga sebelah kiri. 

Masjid Namira juga memiliki taman-taman yang ditumbuhi bunga aneka warna, dengan hamparan rumput hijau dan dilengkapi dengan kolam ikan yang tentunya dapat mempercantik suasana.
 
Taman Masjid Namira Lamongan
Sementara itu, Masjid Namira berdiri di atas lahan seluas 7.500 meter persegi. Pendiri masjid diketahui adalah pasangan suami istri Helmy Riza dan Eny Yuli Arifah. Kabar mengatakan jika nama masjid Namira ini diambil dari nama salah satu putri dari pasangan suami istri tersebut. 

Rekomendasi Wisata Religi Di Dekat Masjid Namira

Selain berkunjung ke masjid Namira, kalian juga bisa mengunjungi Indonesian Islamic Art Museum, yang lokasinya juga tidak jauh dari masjid Namira. Indonesian Islamic Art Museum menyajikan bergbagai koleksi bersejarah yang juga akan membuat kamu merasa terkagum-kagum. Seperti pakaianbaju zirah, dilengkapi dengan pelindung kepala, pelindung tangan, kaki, ikan pinggang dan persenjataan yang dahulunya digunakan oleh pasukan Ottoman pada abad ke 16. Melihat baju zirah tersebut kita akan merasakan bahwa perjuangan para pasukan tentara Islam dalam membela agama sangatlah berat, sehingga kita patut bersyukur hidup di masa sekarang yang tidak perlu perang dengan menggunakan baju yang berat seperti itu. 
 
Galery Koleksi Indonesian Islamic Art
Indonesian Islamic Art Museum ini memiliki zona galery koleksi yang diklasifikasikan menjadi tuju galery utama, yaitu galeri Ottoman Tukri, Mughal India, China, Samudra Pasai, Aceh, Mataram Islam dan Walisongo. 

Indonesian Islamic Art Museum juga menyajikan film dokumentasi tentang sejarah Islam di zona Audio Visual Room. Jadi sebelum pengunjung masuk ke galery koleksi, pengunjung akan diberikan gambaran bagaimana perjalanan Islam dimulai dari keadaan Jazirah Arab sebelum rosul lahir sampai Islam tersebar ke seluruh penjuru dunia. 
 
Audio Visual Room Indonesian Islamic Art Museum
Selain itu, Indonesian Islamic Art Museum juga memiliki zona diorama yang menyajikan berbagai area photospot keren. Sementara itu, harga tiket masuk museum ini adalah 10.000 ketika weekday, dan 15.000 setelah weekday. 

INDONESIAN ISLAMIC ART MUSEUM
Wisata Bahari Lamongan 
Jl. Raya Paciran (Ex. Tanjung Kodok) 
Lamongan, Jawa Timur 
+62 857 4840 5800